Validitas Unit Kegiatan Belajar Mandiri Untuk Meningkatkan Higher Order Thinking Skill Peserta Didik

Nurul Afifah, Dwikoranto Dwikoranto

Abstract


Penerapan Kurikulum 2013 menitikberatkan proses belajar pada keaktifan serta kemandirian peserta didik dalam mengolah informasi dengan melaksanakan pembelajaran menggunakan media yang disusun secara inovatif sehingga dapat meningkatkan keahlian peserta didik untuk berpikir tingkatan tinggi dalam menuntaskan suatu permasalahan. Penelitian ini dilakukan untuk menilai validitas media Unit Kegiatan Belajar Mandiri sebagai bahan ajar untuk dapat meningkatkan Higher Order Thinking Skill pada peserta didik kelas XI materi suhu dan kalor. Metode penelitian menggunakan model 4-D melalui tahapan define, design, develop serta disseminate tetapi tanpa menerapkan disseminate karena terhalang oleh situasi pandemi covid. Validasi dilakukan pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Unit Kegiatan Belajar Mandiri yang diujikan kepada 3 validator terdiri dari 2 dosen fisika dan satu guru fisika dengan membagian angket evaluasi penilaian. Hasil penilaian validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran mendapat rata - rata skor 90,41% dengan kriteria sangat valid serta presentase rata - rata validasi Unit Kegiatan Belajar Mandiri memperoleh skor 90,00% dengan kategori sangat valid yang memuat kontruksi soal Higher Order Thinking Skill pada tingkatan menganalisis (C4) 41,55%; mengevaluasi (C5) 36,17% serta tingkatan mengkreasi (C6) 21,28% yang menunjukkan bahwa perangkat dan media yang sudah dikembangkan tergolong dalam kategori sangat valid dan dapat diterapkan untuk meningkatkan keahlian Higher Order Thinking Skill peserta didik


Keywords


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Unit Kegiatan Belajar Mandiri, dan Higher Order Thinking Skill.

Full Text:

PDF

References


Akbar, S. (2013). Instrumen Perangkat Pembelajaran. Remaja Rosdakarya.

Anderson, L. W., Krathwohl, D. R., & Bloom, B. S. (2001). Revised Bloom’s Taxonomy. In A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives.

Arends, R. (2008). Learning to Teach. Penerjemah: Helly Prajitno & Sri Mulyani. McGraw Hill Company.

Barratt, C. (2014). Higher-Order Thinking Skill. Internasional Seminar on Current Issue In Primary Education. Prodi PGSD Universitas Muhammadiah Makar.

Bloom, B. S., Engelhart, M. D., Furst, E. J., Hill, W. H., & Krathwohl, D. R. (1956). The Classification of Educational Goals. Taxonomy of Educational Objectives, 62–197.

Direktorat Pembinaan SMA. (2017). Pedoman penyelenggaraan sistem kredit semester (SKS) di SMA. 1–36.

Itsnawati, S., Budiyanto, M., & Purnomo, A. R. (2019). Pensa E-Jurnal : Pendidikan Sains Validitas Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Higher Order Thinking Skills Dengan Tema Pencemaran Lingkungan Untuk. 7(3), 377–381.

Kemendikbud. (2017). Panduan Penilaian oleh Pendidikan dan Satuan Pendikin untuk Sekolah Menengah Atas. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Direktorat Jenderal Pendidikan dan Kebudayaan. 7694140(021), 7694140.

Lestari, Y. (2017). Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (Lks) Berbasis Contextual Teaching and Learning (Ctl) Pada Materi Perubahan Lingkungan. BioEdu, 6(3), 250133.

Maghfiroh, R. A. (2020). Keterampilan Berpikir Kritis Dalam Unit Kegiatan Belajar Mandiri ( Ukbm ) Pembelajaran Sejarah Indonesia Kelas X Tahun Ajaran 2019 / 2020 Di Sman 1 Krembung. AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah, 8(1). https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/31858

McKenney, S., & Reeves, T. C. (2014). Educational design research. Handbook of Research on Educational Communications and Technology: Fourth Edition, January 2013, 131–140. https://doi.org/10.1007/978-1-4614-3185-5_11

Nugroho. (2018). HOTS - Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi: Konsep, Pembelajaran, Penilaian dan Soal - soal. Gramedia Widisarana Indonesia.

Permendikbud. (2014). Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah.

Permendikbud. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 24 tahun 2016 tentang kompetensi inti dan kompetensi dasar pelajaran pada Kurikulum 2013 pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan, 2025, 5.

PSMA, D. (2017). Panduan Pengembangan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) ©2017-Direktorat Pembinaan SMA.

Riduwan. (2015). Skala Pengukuran Variabel - Variabel Penilaian. Alfabeta.

Surosos, S. (2016). Analisis Kesalahan Siswa Dalam Mengerjakan Soal-Soal Fisika Termodinamika Pada Siswa Sma Negeri 1 Magetan. Jurnal Edukasi Matematika Dan Sains, 4(1), 8. https://doi.org/10.25273/jems.v4i1.200

Thiagarajan, S., D. S dan Semmel, M. I. (1976). Instructional development for training teachers of exceptional children: A sourcebook. Journal of School Psychology, 14(1), 75. https://doi.org/10.1016/0022-4405(76)90066-2

Trianto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif - Progresif. Kencana Prenada Media Group.

Widana, I. W. (2017). Modul penyusunan soal HOTS.

Widyastuti, R. (2015). Proses Berpikir Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasarkan Teori Polya Ditinjau Dari Adversity Quotient Tipe Climber. Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika, 6(2), 183–194. https://doi.org/10.24042/ajpm.v6i2.48




DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i2.352

Article Metrics

Abstract view : 514 times
PDF - 427 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Nurul Afifah, Dwikoranto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.